You are here: Home
.Happy Anniversary 15Th JICT.

Happy Anniversary 15Th JICT

Priok. 1 April 2014 merupakan hari Ulang tahun PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang ke 15. Pada tanggal tersebut diselenggarakan perayaan dengan menghadirkan Changcuter sebagai salah satu pengisi acara hiburan. Bersamaan dengan perayaan tersebut...

Read More..

.Derita Iqbal Korban Kekerasan.

Derita Iqbal Korban Kekerasan

Koja. Kasus kekerasan yang dialami oleh Iqbal Saputra (3,5 tahun), ternyata juga menarik perhatian anak-anak yang berada di Rumah Belajar Koja. Kemaren (26/03), rombongan anak-anak dari Forum Anak Rumah belajar yang dipimpin langsung oleh ketuanya...

Read More..

.Ketika Anak Meraih Mimpi.

Ketika Anak Meraih Mimpi

Mengekpresikan diri dalam teater tentunya sangat menyenangkan, apalagi jika dilakuan secara bersama-sama, sebagaimana yang dilakukan oleh anak-anak Rumah Belajar Cilincing dan Koja. Tak ada rasa keraguan dalam diri anak-anak untuk mengekspresikan dirinya dalam memerankan perannya. Cerita...

Read More..

.Ketika Anak-anak Berkarya melalui Batik.

Ketika Anak-anak Berkarya melalui Batik

Koja. Membatik itu bukan sesuatu yang sulit, hal ini bisa dibuktikan oleh anak-anak Rumah Belajar Koja. Baik anak laki-laki mapun perempuan telah membuktikannya. Hari itu (24/3) semua anak-anak berkumpul mengelompok memegang kain putih yang kemudian...

Read More..

Jala Samudera Mandiri

Print PDF

Tren kemiskinan boleh jadi naik dan turun sesuai dengan perkembangan ekonomi makro di Indonesia, namun fakta menunjukan bahwa masih sangat banyak orang-orang miskin yang keberadaanya merata diperkotaan dan pedesaan. Tidak ada anak yang ingin terlahir dari keluarga miskin dan tidak semua anak terlahir dari keluarga kaya, namun ketika “tulang miskin” sudah terlanjur tertanam dalam diri mereka sejak dini, tentunya tidak ada yang bisa menolak.

Dampak dari keluarga miskin ini, yang pertama adalah anak-anak mereka. Ancaman gizi buruk, putus sekolah, kesehatan, lingkungan kumuh dan padat. Hak-hak mereka sebagai manusia untuk mendapatkan kehidupan yang layak hampir tidak bisa diraihnya, kendati UUD 45 amandemen sudah menjaminya seperti dalam pasal 28 c menyebutkan, “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Orang-orang miskin juga manusia, mereka memiliki potensi, kecerdasan akal dan budi yang bisa dikembangkan untuk melepaskan diri dari jeratan dan jebakan kemiskinan. Mereka adalah orang-orang kuat dan tidak mudah menyerah dengan situasi dan kondisi lingkungan yang tidak pernah ramah. Mereka sesungguhnya terlalu kuat untuk dikasihani, karena itu Jala Samudera Mandiri hadir ditengah-tengah mereka untuk menguatkan hati, berfikir jernih dan memecahkan masalah bersama mereka, melalui program Rumah Belajar untuk anak putus sekolah, program beasiswa untuk anak-anak buruh pelabuhan yang terancam putus sekolah, kesehatan dan ekonomi kecil.

 

Copyright © Jala Samudera Mandiri 2014

.